Garut — Dalam rangka menumbuhkan pembiasaan baik dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMKS Ciledug Al-Musaddadiyah Garut melaksanakan kegiatan rutin ziarah ke makam pendiri Yayasan Al-Musaddadiyah, Prof. KH. Anwar Musaddad, pada Jumat Berkah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat tradisi, mengenang jasa para pendiri, sekaligus menanamkan nilai religius dan keteladanan dalam pelaksanaan amanah pendidikan. Ziarah tersebut juga menjadi momentum refleksi bagi para pendidik untuk terus menjaga semangat keikhlasan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam membimbing generasi penerus bangsa.
Bagi keluarga besar SMKS Ciledug Al-Musaddadiyah Garut, mengenang perjuangan pendiri yayasan bukan sekadar mengingat sejarah, melainkan juga memahami nilai-nilai yang perlu dilanjutkan melalui pelayanan pendidikan yang bermakna dan berkelanjutan.
Merawat Tradisi, Menghidupkan Keteladanan
Prof. KH. Anwar Musaddad merupakan sosok pendiri Yayasan Al-Musaddadiyah yang menjadi bagian penting dari sejarah lembaga pendidikan ini. Semangat perjuangan dalam membangun pendidikan menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah lembaga tidak terlepas dari keikhlasan, konsistensi, dan pengabdian orang-orang yang merintisnya.
Melalui kegiatan ziarah, para guru diajak untuk merefleksikan kembali peran pendidik sebagai pelaksana amanah, bukan hanya dalam menyampaikan pengetahuan, tetapi juga dalam menanamkan nilai moral, membangun kedisiplinan, dan mendampingi perkembangan peserta didik.
Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dalam dunia pendidikan saat ini. Di tengah perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, dan tantangan kehidupan generasi muda, pendidikan tetap membutuhkan fondasi karakter yang kokoh agar ilmu dan keterampilan dapat digunakan secara bertanggung jawab.
Menguatkan Karakter dalam Pendidikan Vokasi
Sebagai sekolah menengah kejuruan, SMKS Ciledug Al-Musaddadiyah Garut tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi keahlian, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Keterampilan teknis perlu berjalan seiring dengan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, etika kerja, serta kemampuan menghargai orang lain.
Dalam dunia kerja, kemampuan mengoperasikan teknologi, mengelola administrasi, melakukan pelayanan, atau menghasilkan produk sesuai bidang keahlian merupakan hal penting. Namun, kompetensi tersebut perlu ditopang oleh integritas dan sikap profesional agar lulusan mampu bekerja dengan baik, dipercaya, serta beradaptasi dengan perubahan.
Di sinilah peran Guru Bimbingan dan Konseling menjadi penting. Layanan BK tidak hanya membantu peserta didik menghadapi persoalan belajar dan perkembangan pribadi, tetapi juga mendukung pembentukan sikap, perencanaan karier, pengambilan keputusan, serta kesiapan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Kegiatan pembiasaan spiritual seperti ziarah dapat menjadi salah satu ruang refleksi bagi para pendidik untuk memperkuat komitmen tersebut. Nilai keikhlasan mengajarkan ketulusan dalam melayani, kedisiplinan membangun kebiasaan bertanggung jawab, sedangkan penghormatan terhadap jasa para pendahulu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sejarah dan kesinambungan perjuangan.
Dengan demikian, pendidikan vokasi tidak berhenti pada pertanyaan tentang apa yang mampu dikerjakan oleh peserta didik, tetapi juga bagaimana mereka menggunakan kemampuan tersebut secara etis, bermanfaat, dan bertanggung jawab.
Meneladani Perjuangan, Melanjutkan Amanah Pendidikan
Peringatan dan penghormatan terhadap para pendiri lembaga pendidikan akan memiliki makna yang lebih luas apabila diwujudkan dalam tindakan nyata. Bagi pendidik, hal tersebut dapat tercermin melalui keteladanan, pelayanan yang tulus, pendampingan peserta didik secara konsisten, serta kesungguhan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Bagi peserta didik, semangat melanjutkan perjuangan pendidikan dapat diwujudkan melalui keseriusan belajar, kedisiplinan, penghormatan kepada guru dan orang tua, pengembangan kompetensi, serta penggunaan ilmu dan teknologi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.
Kegiatan Jumat Berkah ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Sekolah vokasi yang mempersiapkan generasi siap kerja juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk pribadi yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, keluarga besar SMKS Ciledug Al-Musaddadiyah Garut diharapkan terus menjaga tradisi baik, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta menerjemahkan keteladanan para pendahulu ke dalam pelayanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Menjaga tradisi, merawat doa, melanjutkan perjuangan.
SMKS Ciledug Al-Musaddadiyah Garut — Membangun generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
#JumatBerkah #GuruBK #PembiasaanBaik #ZiarahMakam #ProfKHAnwarMusaddad #YayasanAlMusaddadiyah #SMKSCiledug #SMKCiledugAlMusaddadiyah #PendidikanVokasi #PendidikanBerkarakter #Garut















.png)
.png)




.png)

.png)