GARUT – Ratusan siswa bersama jajaran pengajar SMKS Ciledug Al Musaddadiyah berkumpul sejak pagi hari untuk melaksanakan aksi kerja bakti massal di lingkungan sekolah. Kegiatan yang bertajuk "Jumat Bersih" ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan menjadi tonggak awal dimulainya implementasi program Pesantren Ekologi 2026 yang dicanangkan oleh lembaga pendidikan tersebut.
Langkah sederhana yang dimulai pada hari Jumat yang penuh berkah ini menargetkan pembersihan seluruh area vital sekolah, mulai dari ruang kelas, halaman utama, hingga drainase di sekitar lingkungan pesantren. Semangat gotong royong tampak jelas saat para siswa bahu-membahu memilah sampah dan merapikan taman sekolah dengan penuh antusiasme.
Pihak sekolah menegaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat, asri, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Dengan lingkungan yang bersih, diharapkan konsentrasi dan kualitas belajar mengajar dapat meningkat secara signifikan, sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik dan karakter.
Kepala SMKS Ciledug Al Musaddadiyah menyampaikan bahwa aksi nyata ini merupakan bentuk edukasi langsung kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, kesadaran ekologis harus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat pada diri setiap santri dan siswa, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.
Program Pesantren Ekologi 2026 sendiri merupakan sebuah inisiatif besar yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual keagamaan dengan pelestarian alam. Melalui program ini, sekolah berkomitmen untuk meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola limbah domestik secara lebih mandiri dan berkelanjutan di dalam lingkungan institusi.
Dalam pelaksanaannya, aksi Jumat Bersih ini juga melibatkan pembiasaan pemilahan sampah organik dan anorganik. Para siswa diajarkan untuk tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memahami bagaimana sampah tersebut dapat didaur ulang atau diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman di area hijau sekolah.
Keikutsertaan seluruh elemen SMKS Ciledug Al Musaddadiyah dalam gerakan ini menunjukkan kekompakan dan sinergi yang kuat antara guru, staf, dan siswa. Atmosfer kebersamaan ini menjadi modal utama dalam mewujudkan sekolah yang berbasis ekologi, di mana setiap individu merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap ruang tempat mereka menimba ilmu.
Seiring dengan berjalannya waktu, aksi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial belaka, namun menjadi budaya harian yang menetap. Pihak sekolah berencana untuk terus memantau konsistensi kebersihan lingkungan sebagai bagian dari penilaian karakter siswa dalam aspek kepedulian sosial dan lingkungan hidup.
Dengan dimulainya langkah nyata di hari yang penuh barokah ini, SMKS Ciledug Al Musaddadiyah optimis dapat menjadi pelopor sekolah berbasis pesantren yang ramah lingkungan di wilayahnya. Langkah kecil hari ini diyakini akan menjadi warisan besar bagi terciptanya bumi yang lebih hijau dan ekosistem pendidikan yang lebih berkelanjutan di masa depan.
.jpg)
.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)




















.png)
.png)




.png)

.png)