GARUT – Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu di ruang kelas, melainkan sebuah perjalanan emosional yang melibatkan peran aktif keluarga. Menyambut tahun ajaran baru, SMKS Ciledug Al Musaddadiyah turut menggaungkan "Gerakan GAMAS" (Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah) sebagai upaya membangun fondasi psikologis yang kuat bagi peserta didik.
Kehadiran sosok ayah di gerbang sekolah bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan sebuah pernyataan cinta dan dukungan moral yang tak tergantikan. Sekolah memandang bahwa langkah kecil ayah dalam mengantar sang buah hati adalah lompatan besar yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri anak saat melangkah masuk ke gerbang sekolah.
Pihak sekolah menekankan bahwa keterlibatan orang tua, khususnya ayah, merupakan benang emas yang menjahit erat ikatan kasih sayang dalam keluarga. Melalui dukungan moral tersebut, diharapkan siswa memiliki kesiapan mental yang lebih baik dalam menatap masa depan dan memulai perjalanan akademik dengan penuh optimisme.
"Kehadiran Ayah adalah kekuatan, senyumnya adalah penyemangat, dan restunya adalah doa yang mengiringi setiap langkah sang anak menuju masa depan yang gemilang," demikian pesan hangat yang disampaikan oleh civitas akademika SMKS Ciledug Al Musaddadiyah sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan ini.
SMKS Ciledug Al Musaddadiyah mengajak seluruh wali murid untuk menjadikan momen hari pertama sekolah sebagai awal yang manis dari sebuah cerita sukses. Partisipasi aktif dalam Gerakan GAMAS ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang harmonis antara lingkungan keluarga dan sekolah, demi mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang ramah, suportif, dan inspiratif.













.png)
.png)




.png)

.png)