http://www.smkciledugalmusaddadiyah.sch.id/

Untuk ade-ade siswa siswi yang mau melanjutkan ke jenjang sekolah setingkat SMK atau SMA mungkin sudah bisa bernafas lega karena Mulai tahun ajaran 2016/2017 perpeloncoan atau MOS sudah di Hapus dan di ganti dengan Masa Perkenalan Lingkuan Sekolah (MPLS) yang dikemas dengan nilai-nilai educatif.

krisis moral yang di alami oleh generasi kita adalah tanggung jawab bersama dengan adanya perbaikan dalam sistem pendidikan dari tahun ke tahunya semoga bisa menghasilkan generasi terbaik buat bangsa ini. Berikut ini dikutif dari Redaksikota.com bahwasnya tidak ada lagi kata senioritas di sekolahan. semuanya focus untuk belajar dan belajar.
Jakarta, Redaksikota.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menegaskan bahwa mulai ajaran baru tahun ini sudah tidak diperbolehkan lagi praktik Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah-sekolah ataupun proses ‘perploncoan’ oleh ‘senior’ terhadap siswa baru yang masuk di sekolah nantinya.

Menurut dia, konsep kegiatan pengenalan lingkungan sekolah sudah saatnya harus diubah dengan memutus salah satu masalah utama dalam lingkungan sekolah, yaitu kekerasan. Dia menceritakan, keputusan tersebut diambil mengingat banyaknya laporan kekerasan baik psikis maupun fisik yang dialami murid baru saat pertama masuk sekolah. Bahkan telah terjadi sejumlah kasus kekerasan di lingkungan sekolah di beberapa daerah yang berakibat pada kematian, tuturnya.
“Ini tidak bisa lagi dibiarkan, karena tidak ada orang tua yang ingin mengantar anaknya ke sekolah dalam kondisi bahagia tetapi menjemputnya dengan kondisi yang menyedihkan,” kata Anies, Senin (11/7/2016).
Menteri Anies memaparkan, pada konsep baru ini yang akan menjadi pelaksana pengenalan lingkungan sekolah ialah guru di sekolah yang bersangkutan.

“Kegiatan tidak ada lagi dilakukan oleh senior, dan MOS hanya dilakukan oleh guru pada jam-jam belajar, serta di dalam lingkungan sekolah,” ujarnya menegaskan.
Walaupun dilakukan oleh guru, Menteri Anies menekankan bahwa kegiatan pengenalan harus bersifat edukatif dan menyenangkan.

“Siswa pun harus pakai seragam seperti belajar sehari-hari. Tidak perlu pakai aksesoris yang aneh-aneh, harus pakai atribut sekolah,” tuturnya.

Posting Komentar

 
Top